Muhammad Farid, SE

MUH. FARID, SE ( Anggota )
MUH. FARID, SE ( Anggota )

Membangun Karir Politik dari Bawah

Muhamad Farid, SE

Muhammad Farid, SE memulai karir politiknya di Partai Golkar sejak tahun 2004. Saat itu, ia dipercaya sebagai Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Wawonii Tenggara. Pada 2008 ia menjadi pengurus DPD II Golkar Konawe. Pada 2009, ia kembali naik setingkat dengan menjadi pengurus Partai Golkar Provinsi Sultra. Akhirnya pada 2015 ia dipercaya memegang tampuk kepemimpinan Partai Golkar Konawe Kepulauan hingga saat ini.

Muhammad Farid duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2014-2019 dari Partai Golkar, setelah memperoleh dukungan masyarakat sebanyak 751 pemilih.

Memilih berkiprah di partai politik, menurut Muhamad Farid akan ada dua tujuan, yaitu menjadi legislatif dan bupati. Ia pun memilih menjadi legislatif karena ingin mensejahterakan serta menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Aspirasi-aspirasi tersebut yang kemudian dijadikan program untuk didorong ke pemerintah daerah.

Awal duduk di DPRD Konkep, Muhamad Farid dipercaya sebagai sekretaris Komisi II. Setelah ada perolingan, ia didaulat menjadi ketua Komisi III yang membidangi kesejahteraan rakyat, diantaranya pendidikan dan kesehatan. Selama di Komisi II, Farid banyak mendorong berbagai program, diantaranya pembukaan jalan lingkar Wawonii yang saat ini sebagian jalan sudah bisa dilalui kendaraan. Pembukan lahan pertanian dan persawahan di beberapa daerah yang memiliki potensi pertanian. Muhamad Farid juga dipercaya sebagai wakil ketua Baperperda. Selama memangku jabatan tersebut pihaknya sudah menghasilkan 13 Perda.

Sekarang berada di Komisi III pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk merekrut tenaga didik tingkat SD dan SMP. Sebab, permasalahan pendidikan di Konkep saat ini adalah kurangnya tenaga guru. Tak hanya kekurangan guru, Konkep juga masih kekurangan tenaga medis, khususnya dokter ahli.

Hal ini yang akan didorong Farid sebagai ketua Komisi III ke pemerintah daerah agar ada perekrutan tenaga medis. Puskesmas harus memiliki petugas kesehatan yang ideal. Begitupun Polindes yang ada di tiap desa tidak boleh dibiarkan kosong tanpa ada petugas kesehatan di dalamnya. Ini dilakukan agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan maksimal. Di bidang sosial, Farid juga akan mendorong bantuan rumah tidak layak huni bagi masyarakat setempat.

Meski semua program sudah diajukan ke pemerintah daerah, namun belum semuanya maksimal. Bantuan terhadap nelayan dan petani harus terus ditingkatkan karena 80 persen masyarakat Konkep adalah petani dan nelayan. Farid juga berharap semua jalan lingkar Wawonii ke depan bisa diaspal.

Sebelum terjun ke dunia politik, Muhamad Farid bekerja sebagai wiraswasta. Ia dulu bahkan memiliki toko sembako di Pasar Sentral Kendari. Ia menyelesaikan pendidikan formalnya di SDN Kekea di Kelurahan Polara, SMPN Munse, STM Kendari (SMKN 2 Kendari). Tamat SMA, anak dari pasangan H Alwi (alm) dan Hj Sitti Zaenab (alm) ini, mendaftar di Universitas Halu Oleo (UHO).

Sayangnya ,waktu itu ia tidak berhasil diterima. Ia akhirnya memilih mengikuti training etos kerja ke Jepang selama tiga tahun (1997-2000). Ini merupakan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. Pulang dari Jepang barulah ia kembali mendaftar di UHO. Kali ini ia diterima di Fakultas Ekonomi.

 

Anak keenam dari tujuh bersaudara ini mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga saat terjun ke dunia politik. Ia pun tidak ingin memaksa kedua anaknya untuk mengikuti jejaknya kelak. Ia memberikan kebebasan kepada dua buah hatinya untuk menjadi apa yang mereka inginkan, asal berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Dukungan tersebut yang membuatnya mantap untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 mendatang. Sebagai Ketua Golkar Konkep, Farid pun bertekad untuk menambah kursi Golkar di DPRD Konkep. Saat ini kursi Golkar hanya dirinya saja.

Muhamad Farid, SE lahir di Polara, 17 Oktober 1975. Ia menikah dengan Juliatin dan dikaruniai dua orang anak yaitu Maisha Eki Chayani Farid dan Fazrur Ramadhan Farid. Keluarga ini tinggal di Polara, Kecamatan Wawonii Tenggara. ***