Imanuddin, S.Pd

IMANUDIN, S.Pd (Anggota)

Calon Pemimpin Masa Depan

Imanudin, S.Pd

Bersuara lantang, meneteng microfone di kantor pemerintah dan simpang jalan, pengguna jalan dibuat kesal saat macet, media massa sibuk meliput, memakai almamater dengan gagah, lalu berorasi di hadapan massa. Di tengah panas dan hujan, menyuarakan aspirasi, meski dihadang aparat bersenjata.

Itulah sosok aktivis sejati yang melekat pada Imanudin S.Pd ketika menjadi aktivis kampus di tahun 1996 lalu. Di masa mahasiswa, dia aktif di berbagai organisasi internal dan eksternal kampus sebagai Ketua LKIPS FKIP UHO, Sekjen DPM FKIP UHO, Ketua Bidang HMI Cabang Kendari, Ketua Aliansi Himpunan Mahasiswa dan Masyarakat Pulau Wawonii, Dewan Pertimbangan Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia (Ikahimki). Ia juga menjadi inisiator penerapan kurikulum kimia di SMP.

Imanudin juga aktif dalam gerakan sosial dan kepemudaan sebagai Ketua Forum Kajian Pembangunan dan Pemberdayaan Pulau Wawonii (FKP3W), Ketua Bidang Kaderisasi KNPI Kabupaten Konawe dan Direktur Lembaga Pengembangan Potensi dan Sumber Daya Manusia.

Cita-cita awal Imanudin menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi UHO Jurusan Kimia FKIP, menjadi guru merupakan saran dari ayahanda H. Suparman, yang juga sebagai guru di sekolah dasar. Ayahnya menginginkan Imanudin menjadi guru karena dengan mengajar merupakan pekerjaan mulia, lebih bermanfaat dapat mendidik dan mengubah anak bangsa menjadi cerdas.

Akan tetapi takdir mengantarkan Imanudin mendalami ilmu kepemimpinan di HMI semasa kuliah. Dari sanalah, segala pemikirannya berubah, jati diri menjadi calon pemimpin, menjadi seorang wakil rakyat mulai terbentuk.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini, menganggap bahwa untuk memberikan manfaat kepada orang lain tidak harus menjadi guru. Menjadi wakil rakyat di DPRD juga tidak kalah bermanfaat. Ia memegang prinsip dalam hidupnya bahwa menjadi orang harus konsisten. Konsistensi dalam mengejar impiannya, ia buktikan dengan terjun ke dunia politik.

Sejak masih mahasiswa, tahun 1999 ia masuk di politik sebagai pengurus Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI). Partai yang dipimpin oleh sekelompok aktivis pro demokrasi dan pro reformasi, Sri Bintang Pamungkas, menganggap mahasiswa sebagai tokoh reformis sehingga membuat ia terobsesi dan ingin lebih dalam mengetahui politik lewat partai politik. Kemudian sempat bergabung di Partai Demokrat menjadi ketua pengurus di kecamatan, lalu menjadi sekertaris DPC Kabupaten Konawe, namun pada akhirnya keluar dan sempat mendemo Partai Demokrat.

Ketekunan serta keseriusan ingin sukses di jalur politik, membuat Imanudin mantap memutuskan bergabung dengan PKB di tahun 2009. Ia kemudian menjadi sekertaris DPC PKB Kabupaten Konawe, dan setelah pemekaran Kabupaten Konawe Kepulauan, tahun 2016 ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPC PKB Konawe Kepulauan. Dalam waktu dekat ia akan dikukuhkan sebagai Ketua DPC PKB Konawe Kepulauan.

Sosok Imanudin yang dikenal senang berkomunikasi dengan orang, mengaku pilihan terjun di dunia birokrasi sama sekali tidak terbesit dalam pikirannya. Ia menyukai dunia politik karena bisa melakukan terobosan tanpa ada batasan dan aturan yang mengikat, sehingga lebih leluasa berbuat untuk kepentingan orang banyak.

Pengalaman dan pengetahuan yang ditimba saat mahasiswa, membuatnya bercita-cita menjadi wakil rakyat di tanah kelahirannya, Konawe Kepulauan. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan akhirnya terpilih menjadi anggota DPRD Konawe Kepulauan periode 2014-2019, dengan meraih sebanyak 629 suara.

Untuk mendapatkan kursi di DPRD, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tamparan telak didapatkan saat mencalonkan diri namun gagal menjadi anggota legislatif periode 2009-2014 karena selisih suara. Kegagalan itu tidak membuatnya menyerah dan menghentikan impiannya, karena impiannya bukan hanya tentang dirinya, lebih dari itu, sebuah mimpi anak pesisir untuk memajukan daerahnya.

Menjadi Ketua di Komisi C DPRD Konawe Kepulauan periode 2014-2019 membidangi pendidikan dan kesehatan, ia telah memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mengawal program pemerintah daerah dalam pembangunan TK dan SD, juga pembangunan Puskesmas dan Rumah Sakit Daerah Konkep.

Pokok program DPRD yang telah disampaikan ke pemerintah untuk dianggarkan, kemudian ditetapkan DPRD diantaranya pembangunan jalan tani di setiap kampung, program penanggulangan bencana dengan membangun dua tanggul Lansilowu dan Waworope sudah terlaksana.

Masih periode yang sama, Imanudin pindah menjadi ketua Komisi A dengan dihadapkan persoalan pemilihan kepala desa. Pengalaman berorganisasi membuatnya terbiasa mengurai masalah menjadi solusi dengan penetapan Perda untuk calon kepala desa.

Putra Wawonii kelahiran Mawa, 12 Juli 1978 ini terpilih menjadi ketua Pansus pertama di DPRD yang bertugas menselaraskan, merancang produk Perda sesuai dengan kebutuhan, kepentingan masyarakat dan kepentingan daerah. Ia juga menjadi anggota Badan Anggaran dan anggota Badan Pembuatan Perda.

Imanudin menamatkan SD Mawa Wawonii Utara tahun 1990. Ia dikenal anak yang mandiri, sejak duduk di bangku SMP, ibunda Hj. Siti Ara harus rela tinggal terpisah dengan putra semata wayangnya untuk melanjutkan SMP di Langara hingga tahun 1993. Selanjutnya merantau ke Kendari dan menamatkan SMA Muhammadiyah tahun 1996, lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian Unsultra, hanya sampai dua semester. Tahun 1997, ia mendaftar kembali menjadi mahasiswa baru di UHO, dan akhirnya lulus sebagai sarjana pendidikan guru kimia.

Pria yang hobi berolahraga bola volly ini, semasa kuliah tak pernah berhenti mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai seminar dan pelatihan, diantaranya seminar Forum Komunitas Kehutanan Masyarakat (FKKM), pelatihan pendampingan Costumer Relationship Management (CRM) dari Bappeda dan pelatihan saksi pemantau Pemilu dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP).

Target politik kedepan, ia akan mencalonkan diri lagi menjadi anggota DPRD dan bertekad menjadi pimpinan DPRD. Impian kedepan, tandas Imanudin, menjadi pemimpin di daerah sendiri, yakni menjadi Bupati Konawe Kepulauan setelah periode Bupati Amarullah.

Pernikahan Imanudin dengan Harti, SH tahun 1999 dikaruniai dua putra, yakni Muhammad Imam Saifullah dan Muhammad Ayub. Kini keluarga bahagia tersebut tinggal di Jalan Poros Langara Lampeapi. ***