Amran, S.Pd

Drs. H. MUHAMMAD YASRAN DJAMULA ( Anggota )
Drs. H. MUHAMMAD YASRAN DJAMULA ( Anggota )

Teladan Politisi Muda

Drs. H. Muhammad Yasran Djamula

Bergelut di dunia politik adalah keputusan tepat bagi Drs. H. Muhammad Yasran Djamula. Keputusan yang mantap karena mendapat sokongan penuh dari keluarga besarnya juga istri dan anak-anaknya. Tujuan Yasran berpolitik tak lain ingin mengabdi kepada masyarakat.

Yasran sukses menjadi anggota DPRD Konawe Kepulauan periode 2014-2019 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan memperoleh 586 suara. Ia duduk di Komisi I bidang pemerintahan, hukum, kepegawaian dan pertanahan.

Yasran lahir di Lansilowo, Wawonii Utara pada 28 Juli 1956. Ia memulai riwayat pendidikan di SDN Negeri Lansiwolo, kemudian lanjut ke SMP Negeri Langara dan menamatkan masa putih abu-abunya di  SMEA Negeri Kendari yang saat ini dikenal sebagai SMK Negeri 1 Kendari.

Baginya pendidikan dan ilmu pengetahuan begitu penting untuk masa depan. Ia pun melanjutkan pendidikan ke Akademik Pajak dan Keuangan Indonesia di Makassar dan kembali ke Kendari untuk menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Anak kedua dari pasangan H. Djamula dan Hj. Sitti Rabaya ini akhirnya memutuskan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karir PNS ia lewati dengan tabah mulai dari jenjang staf biasa hingga menduduki jabatan eselon dua.

Yasran meniti karir di Dinas Perkebunan dan Holtikultura Provinsi Sultra pada jabatan staf perbendaharaan proyek peningkatan perkebunan di Sultra. Setelah itu ia pindah ke Unaaha, Kabupaten Konawe, dan ditugaskan menjadi Camat Waworete, Kabupaten Konawe, saat itu. Lalu dimutasi menjadi Camat Tinanggea. Saat menjabat di sana Konawe Selatan (Konsel) resmi dimekarkan menjadi kabupaten. “Jadi dengan sendirinya saya masuk Kabupaten Konsel,” kata Yasran.

Usai menjalankan tugas camat, pria berusia 61 tahun itu kembali ke Konawe, diangkat menjadi Kabag Kesra di Sekretariat Daerah Pemkab Konawe. Melanglang buana dari daerah satu ke daerah lain menjadi pengalaman tersendiri baginya. Terakhir Yasran pindah ke Konawe Utara (Konut) menjadi Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Kadispenda dan BPKAD) Kabupaten Konawe Utara.

Menurut Yasran, diangkat menjadi pejabat eselon II di Konut, era pemerintahan Pj. Herry Silondae, karena pertimbangan khusus Sekda setelah melihat trackrecord karirnya di birokrasi. Ia juga pernah menjadi sekretaris Bappeda Kabupaten Konut sekaligus pelaksana kepala Bappeda Konut, kala itu.

Yasran akhirnya  memutuskan pensiun tahun 2012. Atas dedikasinya di dunia birokrasi, Yasran  dua kali meraih penghargaan Satya Lancana Karya Satya dari Presiden RI, yaitu di tahun 1999 dan tahun 2006.

Bagi Yasran, karir panjang di birokrasi membuatnya sangat paham pembuatan laporan keuangan triwulan, trisemester dan akhir tahun. Dibutuhkan kerja cerdas, teliti berasaskan prinsip kehati-hatian dan penuh tanggung jawab. Sederet jabatan memimpin yang pernah diembannya, membuat Yasran semakin matang dan dewasa,

Yasran juga aktif di sejumlah organisasi. Ia menjabat ketua KNPI Kecamatan Tinanggea tahun 1985, menjadi ketua Bagian Koperasi dan Wiraswasta AMPI Kota Madya Kendari tahun 1996, menjadi ketua MUI Kabupaten Konut tahun 2009, dan di tahun yang sama ia juga menduduki posisi ketua umum Karang Taruna Kabupaten Konut.

Pada 2010 ia didaulat menjadi sekretaris umum KONI Kabupaten Konut serta menjadi bagian dari gerakan kepramukaan dengan menjabat sebagai wakil ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Konut.

“Organisasi sangat menunjang bagi saya. Menghadapi orang banyak apalagi saat jadi camat, tanpa modal organisasi, saya mungkin gemetaran di tempat. Saya sudah biasa dengan orang banyak, apalagi menghadapi mahasiswa dan orang intelektual, pembicaraannya kan jelas pasti ilmiah,” ujarnya.

Pun demikian saat konsolidasi di tengah masyarakat untuk mendapatkan dukungan menjadi anggota dewan. Ia membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh masyarakat yang pada dasarnya merupkan teman dan kerabatnya ketika menjadi camat. Langkah Yasran menggalang konsolidasi di Dapil II berjalan mulus. Ia berhasil menduduki posisi pertama dari empat orang calon PPP.

Dalam menjalankan tugas DPRD, Yasran senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat baik saat reses maupun penyampaian langsung ke kantor dewan. Ia berusaha komunikasikan aspirasi tersebut kepada pihak eksekutif suapaya bisa direalisasikan SKPD terkait.

Jabatan anggota dewan baginya sebuah amanah yang dipertanggungjawabkan dunia-akhirat. Maka, ia pun berusaha bekerja sesuai koridor hukum, serta menghindari hal di luar tupoksinya sebagai anggota DPRD. Dalam menjalankan tugas, ia juga menjaga kebersamaan dengan seluruh pihak, baik sesama anggota dewan maupun pemerintah daerah. Melalui koordinasi dan komunikasi melahirkan kebijakan positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Meski sibuk dalam tugas, ia tak lupa membagi waktu dengan keluarga, terutama memantau pekembangan keempat anaknya. Yasran yang menikah dengan wanita cantik bernama Hj. Sitti Muharia SH, dikarunia empat orang anak, yakni Nita Andriasari SH, Rima Normaharini Mubarak S.Pi, Asbul Bachri, dan Sarah Paradillah. ***