Amran, S.Pd

AMRAN, S. Pd ( Anggota)
AMRAN, S. Pd ( Anggota)

Vokal di Kampus dan Parlemen

Amran, S.Pd

Menjadi seorang aktivis lingkungan bukan perkara gampang. Tak luput dari banyak masalah dan bentrok dengan pihak yang berkepentingan. Namun, bagi Amran, S.Pd yang dikenal vokal dalam urusan kerusakan lingkungan, selalu menyuarakan hak-hak petani yang terampas oleh industri ekstraktif seperti kelapa sawit dan tambang.

Kenyang pengalaman sebagai aktivis, mendorong Amran berani melangkah ke arena politik meski usianya terbilang paling muda, saat itu masih 29 tahun, ketika lolos menjadi anggota DPRD Kabupaten Konawe Kepulauan periode 2014-2019 untuk daerah pemilihan Konawe II, dengan meraih suara 293 pemilih.

Pria kelahiran Mawa, 2 Juni 1985 ini sempat duduk di Komisi A membidangi pemerintahan, hukum, kepegawaian dan pertanahan. Kemudian kini menjadi sekertaris Komisi B membidangi ekonomi, keuangan dan pembangunan, yang  meliputi Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan, Dinas Perikanan & Kelautan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha  Kecil dan Menengah, BP4K, Bappeda, Dinas PU, Dinas Pertambangan dan Energi, dll.

Sebelum menjadi anggota dewan, Amran dikenal sebagai aktivis kampus yang aktif. Kisahnya bermula sejak masih mahasiswa 2004 bergabung di PKS, kemudian tahun 2014 ia dipercayakan sebagai Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPC PKS.

Pandangan politiknya bahwa demokrasi adalah kesempatan rakyat untuk menentukan kebijakan di tingkat daerah, provinsi dan pusat melalui wakil rakyat, sehingga ia memilih partai berlambangkan padi dan bulan sabit ini sebagai pintu untuk melenggang ke parlemen sebagai wakil rakyat.

Amran selalu memegang prinsip “jujur adalah kunci keberhasilan” sehingga ia senantiasa mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Dalam hidup, ia juga menerapkan prinsip bahwa niat dan rencana harus disertai tindakan nyata, maka gunakanlah waktu sebaik mungkin sebelum waktu menghabiskan kita.

Pria yang hobi berolahraga lari ini menamatkan pendidikan di SDN 2 Mawa tahun 1997, SMP 1 Waworote tahun 2000, SMA 1 Wawonii Barat tahun 2003 dan menyelesaikan kuliah di Perguruan Tinggi Universita Halu Oleo Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Kiprahnya dalam organisasi internal kampus sangat banyak, diantaranya sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan tahun 2004-2005, menjadi Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP UHO, Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa FKIP Fraksi IPS, Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa FKIP UHO, Anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa UHO Fraksi FKIP Bidang Eksternal tahun 2016-2010, Pengurus Alumni Ikatan Mahasiswa PKN, Pengurus Resimen Mahasiswa UHO dan Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Selain di partai politik, Amran juga aktif berorganisasi social. Ia adalah Ketua Komunitas Mahasiswa Wawonii (KMW), menjadi CO/Pendamping Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Pengurus Arokap Kota Kendari dan Anggota Granat Kota Kendari.

Berbekal pengalaman berorganisasi di internal maupun ekternal kampus, Amran pun memainkan perannya sebagai wakil rakyat dan mantan aktivis dengan menyuarakan aspirasi, membawa aspirasi masyarakat dari level bawah, menengah sampai atas yang tidak tersampaikan kepada pemerintah sebagai tindak lanjut aspirasi masyarakat.

Menurut Amran, orientasi politiknya, bahwa harapan yang diinginkan masyarakat bisa tersampaikan melalui pemerintah eksekutif maupun legislatif.

Aspirasi politik yang sudah dilaksanakan sebagai amanah rakyat, salah satunya mengawal pelaksanaan pembangunan daerah sesuai UU No 23, memahami keluhan masyarakat dan aspirasi dari level bawah untuk di bawah ke tingkat eksekutif untuk ditindak lanjuti dan mengawalnya di DPRD.

Amran juga pernah memegang jabatan penting diantaranya mantan Direktur CV Arima Gandariya Sejahtera 2012-2013, mantan Direktur Cabang salah satu perusahaan di Morowali.

Sejumlah pelatihan pun pernah diikutinya seperti Pendidikan Resimen Militer 2004-2005, Pelatihan Workshop UHO 2006, Pelatihan Pendidikan HAM 2006 dan Pelatihan Kaderisasi HMI.

Amran kini tinggal di Desa Matabubu Kecamatan Wawonii Utara bersama sang istri Asmayanti dan dikaruniai tiga buah hati, yakni Ananda Muhammad Fathir Amran, Ananda Misel Amran dan Zakir Al Amran. ***