PIMPINAN DPRD

MUSDAR, S. Sos
KETUA DPRD
ABDUL RAHMAN, SE
WAKIL KETUA I
JASWAN, SE Wakil Ketua DPRD Kab. Konawe Kepulauan
WAKIL KETUA II

PERATURAN DAERAH

Perda Tentang Bangunan Gedung 2016 Lihat Disini
Perda Bea Perolehan Hak Atas Tanah & Bangunan 2016 Lihat Disini
Perda Hari Jadi Kabupaten Konawe Kepulauan 2016 Lihat Disini
Kedudukan Protokoler & Keuangan Pimpinan & Anggota DPRD Konkep 2016 Lihat Disini
Perda Lambang Daerah Konawe Kepulauan 2016 Lihat Disini
Perda Penyelenggaran Pelayanan Publik 2016 Lihat Disini
Perda Penyertaan Modal Pemerintah Kepada Bank Sultra 2016 Lihat Disini
Perda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah 2016 Lihat Disini
Perda tentang TKI Kabupaten Konkep 2016 Lihat Disini
Perda Tentang Pemilihan, Pelantikan & Pemberhentian Kepala Desa 2016 Lihat Disini

LINK TERKAIT

MEDIA PARTNER

  • Peduli Korban Dampak Corona, PT Masempo Dalle Salurkan Bantuan Sembako

    KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pandemi Virus Corona (COVID-19) yang terjadi di Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) disebut mempengaruhi perekonomian sebagain warganya. Tak terkecuali warga di sekitar area pertambangan di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

    Untuk mambantu warga yang ekonominya ikut terdampak akibat Pandemi Covid-19, PT Masempo Dalle (MD) bergerak cepat menyalurkan sejumlah bantuan berupa sembilan bahan pokok kepada warga.

    Bantuan tersebut disalurkan ke tiga desa di yakni Desa Morombo Pantai, Kecamatan Langgikima. Desa Marombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan dan Desa Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan.

    Perwakilan PT Masempo Dalle, Asril A menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut diprioritaskan kepada warga yang berada disekitar area pertambangan.

    Kata dia, PT Masempo Dalle melakukan langkah ini untuk membantu meringankan beban masyarakat sekitar yang saat ini sedang menghadapi wadah Pandemi COVID-19.

    “Saya harap langkah kami ini dapat meringankan sedikit beban masyarakat yang saat ini tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena keterbatasan ruang gerak karena adanya maklumat untuk berdiam diri di rumah dalam upaya mencegah corona,” kata dia, Selasa (7/4/2020).

    Selain pemberian bantuan secara gratis, pihak perusahaan juga mengedukasi warga untuk menerapkan hidup bersih dan sehat, serta diingatkan agar selalu menjaga jarak aman di tengah wabah saat ini.

    “Bukan hanya bantuan logistik, kami juga mengedukasi tentang bahaya Corona, dan upaya yang bisa dilakukan warga untuk mencegah penularannya,” kata Asril.

    BACA JUGA :

    Peduli Korban Dampak Corona, PT Masempo Dalle Salurkan Bantuan SembakoSelasa, Apr 07 2020 8:13PM
    Sampai Tujuh April, Lapas Kendari Bebaskan 80 NarapidanaSelasa, Apr 07 2020 7:15PM
    Imbas Corona, Pasien DBD di Kendari Krisis TrombositSelasa, Apr 07 2020 1:12PM

    Sementara itu, perwakilan warga, Salim, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Sebab, banyak warga yang tak keluar rumah untuk beraktivitas seperti biasa karena adanya wabah Virus Corona.

    “Sekarang banyak warga berdiam diri dirumah, kami mengikuti arahan dari pemerintah. Untuk itu, kamu berterimakasih kepada PT Masempo Dalle yang telah membantu kami,” jelasnya.

    Selain itu, dia juga berharap, bukan hanya PT MD saja yang membantu warga sekitar area pertambangan di tengah wabah Virus Corona, dia juga berharap perusahaan lain juga turut membantu.

    “Kami juga berharap perusahaan-perusahaan tambang yang ada di Konut juga bisa membantu kami masyarakat disini,” tukasnya.

    Reporter: SunartoEditor: Dahlan

  • Sampai Tujuh April, Lapas Kendari Bebaskan 80 Narapidana

    KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sultra, kembali membebaskan puluhan narapidana melalui program asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona atau COVID-19.

    Sampai tanggal 7 April 2020, Lapas Kendari sudah bebaskan 80 narapidana. Seluruhnya adalah napi pidana umum.

    Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Abdul Samad Dama menyatakan, pembebasan narapidana sudah sesuai prosedur hukum pemerintah ditengah pandemi corona.

    “Sampai 7 April ini, sudah 80 narapidana kita bebaskan melalui proses asimilasi, dan kita masih liat lagi datanya apakah masih ada napi yang kelewat dibebaskan,” ungkap Kalapas, Selasa, (7/4/2020).

    Tambahnya, selain napi bebas proses asimilasi, pekan ini juga ada sekitar tujuh napi akan bebas murni dan bersyarat, dua napi tipikor dan sisanya napi pidana umum.

    BACA JUGA :

    Peduli Korban Dampak Corona, PT Masempo Dalle Salurkan Bantuan SembakoSelasa, Apr 07 2020 8:13PM
    Sampai Tujuh April, Lapas Kendari Bebaskan 80 NarapidanaSelasa, Apr 07 2020 7:15PM
    Imbas Corona, Pasien DBD di Kendari Krisis TrombositSelasa, Apr 07 2020 1:12PM

    “Yah, minggu ini ada sekitar tujuh napi bebas murni dan bebas bersyarat, ini tidak masuk program asimilasi,” katanya.

    Pembebasan narapidana dalam rangka mencegah corona dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).

    Pasca narapidana bebas besar-besaran akibat pandemi corona, suasana Lapas Kendari jadi lengang, dan pengawasan dalam Lapas semakin mudah dibanding sebelumnya dengan Lapas berkapasitas 552 orang.

    Guna memastikan Lapas steril dari virus corona, Kalapas Kendari memberlakukan ketat jadwal besuk, termasuk penggunaan bilik desinfektan bagi pihak yang hendak masuk kedalam Lapas Kendari.

    Reporter: DahlanEditor: Muhajirin

  • Imbas Corona, Pasien DBD di Kendari Krisis Trombosit

    KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Unit Donor Darah (UDD) PMI Sultra kekurangan trombosit darah untuk didistribusikan ke pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di rumah sakit.

    Kekurangan stok trombosit ini, sudah terjadi sejak wabah Covid-19 melanda. Karena penyebaran virus corona, membuat warga Kota Kendari ketakutan mendonorkan darah.

    Wakil Direktur PMI, Dedi Arman, mengakui minimnya stok trombosit darah untuk pasien DBD, padahal permintaannya selalu ada, lantaran DBD di Kendari juga marak.

    Bahkan kebutuhan trombosit darah untuk seorang pasien DBD saja bukan satu atau dua kantong, tapi bisa sampai 10 kantong trombosit itupun harus berasal dari donor darah baru.

    “Satu pasien DBD membutuhkan 10 kantong darah untuk kebutuhan trombosit. Sangat Fatal bagi Pasien DBD karena darah yg dibutuhkan darah baru, darah yang didonor hanya mampu bertahan empat jam” ujar Dedi kepada detiksultra.com, Selasa (7/4/2020).

    BACA JUGA :

    Peduli Korban Dampak Corona, PT Masempo Dalle Salurkan Bantuan SembakoSelasa, Apr 07 2020 8:13PM
    Sampai Tujuh April, Lapas Kendari Bebaskan 80 NarapidanaSelasa, Apr 07 2020 7:15PM
    Imbas Corona, Pasien DBD di Kendari Krisis TrombositSelasa, Apr 07 2020 1:12PM

    Dedi menyebutkan bahwa beberapa kasus DBD, pasiennya tak selamat karena membutuhkan trombosit disaat persediaannya kosong.

    “Untuk pasien DBD yang membutuhkan kantong darah untuk trombosit, dari keluarga yang datang kesini atau dari suka relawan,” ujarnya.

    Saat ini, UDD PMI Sultra terus bersosialisasi kepada lembaga dan instansi di daerah ini. Kebutuhan darah penting apalagi kelang bulan puasa.

    Bersyukur, PMI beberapa hari ada pemenuhan trambosit darah untuk pasien dari bantuan Rumah Sakit Hermina sebanyak 54 kantong dan sumbangan donor darah dari Kodim Kendari, 116 kantong darah.

    Reporter: MarwahEditor: Muhajirin

logo_konkep